Sudah Tahu Asal-Usul Nama Malang?






Wisata Malang - Apel hijau? Pasti langsung terlintas kata Malang. Iya, sebab dari sana lah kita bisa temukan apel-apel hijau khas Indonesia tersebut, sebutan lain apel hijau itu ya apel Malang, kan? Kalau kita sudah hapal muasal si apel kecil-kecil manis itu, maka tahu enggak sih asal-usul nama kota Malang itu sendiri?

Oke deh, sekarang kita kenalan dulu yuk sama kota Malang! Jika dilihat dari berbagai literatur yang ada, kata Malang memiliki beberapa hipotesa, sesuai dengan literatur yang menceritakan sejarahnya itu sendiri. Ada baiknya kita bahas satu per satu terlebih dahulu, ya? Supaya bisa ditarik kesimpulan, yang mana sih yang paling tepat menggambarkan Malang yang sesungguhnya.

Baca Juga : Festifal Kampung Cempluk Kabupaten Malang

Hipotesa nama Malang yang pertama berasal dari Piagam Kedu tahun 907 dan Piagam Singhasari tahun 908. Berasal dari nama Batara Malangkucecwara yang terdiri atas tiga kata, yaitu Mala yang bermakna kotor, palsu atau curang dan bathil, Angkuca yang berarti menghancurkan, dan terakhir Icawara yang bermakna Tuhan atau yang Maha Kuasa. Jadi artinya adalah “Yang Maha Kuasa menghancurkan kejahatan”.






Akhir tahun 1974 ditemukan sebuah prasasti tembaga di perkebunan Bantaran, Wlingi yang berada di sebelah barat daya kota Malang. Tulisan "...aning sakrid Malang-akalihan wacid lawan macu pasabhanira dyah Limpa Makanagran I..." yang tertulis di dalamnya kurang lebih diterjemahkan sebagai : di sebelah timur tempat berburu sekitar Malang bersama wacid dan mancu, persawahan Dyah Limpa yaitu. Kesimpulan yang dapat diambil adalah Malang merupakan tempat yang berada di sebelah timur dan disebutkan dalam prasasti, nama Malang juga ternyata sudah eksis sejak abad ke 12 Masehi.
Ada juga kisah yang menyebutkan bahwa Malang berasal dari kata membantah atau menghalangi yang dalam bahasa Jawa ‘Malang’. Berasal dari sebuah kisah dimana Sunan Mataram memiliki niat meluaskan pengaruh ke Jawa Timur, termasuk Malang. Tetapi mendapat perlawanan hebat dari penduduk lokal dan dari sanalah nama Malang didapat.

Terlepas dari hipotesa-hipotesa sebelumnya, dalam lambang Malang sebelum 1964 tertulis "Malang nominor, sursum moveor", kurang lebih artinya Malang Namaku, Maju Tujuanku. Tetapi 1 April 1964, dalam ulang tahunnya ke 50, semboyan tersebut diganti menjadi "Malangkucecwara". Sebuah semboyan yang diusulkan Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, sebab hubungannya yang erat dengan asal usul kota Malang di masa emas Ken Arok, yang juga sudah menjadi nama tempat dekat candi Malangkucecwara.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar. Anda ingin tempat wisata, kuliner, dan hotel Anda lebih dikenal dengan web ini? Kami akan membantu Anda. Bisa hubungi kami di SMS/TELP/WA : 085103414877